TU RSUD Subulussalam Jelaskan Tragedi Mogok Kerja Dokter

[ad_1]

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Dengan adanya tragedi gejolak aksi mogok kerja para Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam, menuai penjelasan langsung dari manajemen RSUD melalui TU nya.

Satria Darma SKM, selaku Tata Usaha (TU) RSUD Subulussalam ini, menjelaskan terkait tragedi adanya aksi mogok kerja dari sejumlah Dokter spesialis, yang kian bergejolak itu.

Disampaikannya, pihaknya dari Manajemen BLUD RSUD Subulussalam telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencarikan solusi terkait keuangan, yang membuat para Dokter tersebut mogok kerja.

“Kami dari manajemen telah berupaya untuk semaksimal mungkin terkait keuangan ini, seperti proses administrasi telah di upayakan dari jauh hari,” sampainya, Sabtu, (9/09/23).

Dia pun menepis, bukan karena adanya aksi yang gejolak dari para Dokter. Tapi, dari jauh hari pihaknya telah melakukan pengajuan pencairan ke BPKAD setempat.

Menurut informasi dari pihak keuangan, yang di terimanya. Paling lambat akan di cairkan di akhir Bulan September 2023 ini.

“Tanggalnya belum kita ketahui pasti, informasinya akan di cairkan paling lambat akhir bulan ini,” pungkasnya.

Interaksi di Rumah Sakit ini pun kian terus di lakuakan, seperti Surat Edaran (SE) dari Direktur, yang saat ini harus di tindaklanjuti nya.

“Kita masih melakukan interaksi kepada semua pihak untuk mencari solusi terkait ini dan kita berharap tidak ada aksi lanjutan lainnya,” imbuhnya.

Sebelumbaya, dia mengaku telah menyampaikan kepada para dokter terkait keadaan keuangan saat ini. Kemungkinan, menurutnya, aksi yang dilakukan para dokternya itu dikarenakan terjadi adanya miskomunikasi informasi yang diterima mereka.

“Terkait proses keadaan keuangan ini sudah kita sampaikan,” katanya.

Untuk saat ini, ditambahkan Satria Darma, pelayanan di Poli Umum dan Rawat Inap masih di buka seperti biasanya. Menanggapi Surat Edaran Direktur harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat.

“Insha Allah, kami telah memberikan pelayanan yang terbaik semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap pasien dan masyarakat yang berkunjung ke RS kita ini,” jelasnya.

Diketahui, untuk insentif atau kontrak para Dokter belum di Bayar berjalan 6 (Enam) Bulan ini, sementara para tenaga medis lainnya, kebersihan dan keamanan belum juga di bayar berjalan 4 (Empat) Bulan di tahun 2023 ini. (*)

[ad_2]

https://linear.co.id/