Trafo Listrik Meledak, Satu Kampung di Abdya Gelap Gulita Selama 24 Jam

[ad_1]

LINEAR.CO.ID | ACEH BARAT DAYA – Sebuah trafo di Gampong Keude Siblah meledak. Akibatnya, satu kampung di daerah itu gelap gulita selama 24 jam.

Masyarakat setempat terpaksa gelap-gelapan karna arus listrik kerumah terputus.

Keluhan ini diungkapkan wakil Ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli,SH yang juga berdomisili di desa tersebut dan juga ikut merasakan pemadaman listrik sejak 24 jam lebih.

Hendra Fadli mengaku sudah menghubungi pihak PLN setempat untuk menanyakan perihal pemadaman listrik yang tiba-tiba dan jawaban pihak PLN sangat miris.

“Selain warga, saya juga ikut merasakan listrik padam dan ini sudah 24 jam lebih. Anehnya jawaban pihak PLN sangat miris,” kata Hendra Fadli, Selasa (19/9/2023).

Mirisnya adalah, lanjutnya, padamnya listrik tersebut karena meledaknya salah satu trafo di kawasan desa setempat, sehingga puluhan rumah terdampak yakni tidak ada arus listrik yang mengaliri sebagian rumah warga di kawasan itu.

“Pihak PLN bilang ini akibat trafo meledak, dan mirisnya perbaikan baru bisa dilakukan ketika trafo dari Subulussalam tiba. Ini sampaikan kapan, kenapa lelet sekali,” ujarnya.

Mestinya, kata Hendra Fadli, pihak PLN dalam bekerja harus mengadopsi langkah, cepat, tepat dan terukur dalam melayani pelanggan, juga soal keluhan-keluhan masyarakat seperti gangguan jaringan.

“Kalau memang harus tergantung pada Subulussalam, mending tutup saja cabang disini, masak cuma karena satu trafo saja kita bergantung pada Subulussalam, ini pelecehan yang menyesatkan,” sebutnya.

Dirinya meminta pihak PLN untuk berbenah ke arah lebih baik kedepan, dan dia tidak mau hal ini kembali terjadi kedepan dan apa yang disampaikan ini bukan semata untuk menjelek-jelekkan kinerja PLN, namun lebih kepada menyauti aspirasi masyarakat.

“Kejadian ini harus jadi pembelajaran untuk perbaikan kedepan. PLN harus upgrade ke sistem kerja yang lebih kekinian, cepat, tepat dan terukur,” demikian tanyanya.(*)

[ad_2]

https://linear.co.id/