Ternyata ini Alasan Dokter Spesialisasi Mogok Kerja di RSUD Subulussalam

[ad_1]

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Sejumlah Dokter spesialis penyakit dalam, Dokter bedah dan Dokter Kandungan melakukan aksi mogok kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam. Ternyata ini alasannya.

Para Dokter Spesialis ini pun melakukan aksi mogok kerja sudah terhitung 2 (Dua) hari, hingga mengakibatkan terkendalanya pelayanan terhadap pasien dokter-dokter tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Subulussalam Drs Salmaza MAP langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), setempat, Jumat, (8/09/23).

Dikesemptan itu, Wakil Walikota Subulussalam ini mendapati beberapa Dokter tersebut tidak masuk pada hari ini. Bahkan, menurutnya ini tidak biasa lagi dan tidak boleh di biarkan hingga berkepanjangan.

“Ini Tidak Biasa lagi, para Dokter spesialis sudah mogok bekerja, kita harus segera mencari sollusinya,” sampai, Drs Salmaza.

Disitu, Wakil Walikota Subulussalam ini pun meminta kepada Direktur RSUD, Dr Dewi Sartika, agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Ternyata, alasan para Dokter spesialis penyakit dalam, Dokter bedah dan Dokter Kandungan ini belum menerima kontrak nya, yang telah berjalan selama 6 (Enam) Bulan di tahun 2023 ini. Sehingga para Dokter ini pun melakukan mogok kerja.

Menurut Wakil Walikota Subulussalam ini, yang lebih mirisnya lagi para Tenaga Medis, Sekuriti, dan petugas Kebersihan yang belum menerima honorarium nya selama 4 (Empat) Bulan berjalan ini.

“Jika soal kontrak para Dokter, kita bisa memaklumi karena mereka ada yang membuka Apotek dan Praktek di luar. Yang sangat sayang nya para tenaga medis, keamanan dan kebersihan ini mereka berharap sekali dengan honorarium nya itu. Disini saya akan melanjutkan persoalan tersebut hingga akan selesai,” sampai, Salmaza.

Terkait mgok kerjanya para Dokter spesialis di RSUD setempat itu pun di benarkan oleh Dr Dewi Sartika yang selaku direktur RSUD itu.

Jauh hari, di katakan Dr Dewi. Terkait kontrak dan honarirum para tenaga medis di RSUD itu. Pihaknya telah menyampaikan langsung kepada BPKAD dan Walikota setempat. Alhasil, hingga hari ini belum juga terealisasikan.

Berujung, para Dokter-dokter di RSUD tersebut melakukan aksi mogok kerja. Kendati, Dokter Dewi pun tetap menginstruksikan agar tetap membuka pelayanan terhadap masyarakat. (*)

[ad_2]

https://linear.co.id/