Peran Pemuda dan Arah Baru Politik Aceh

Pemuda Aceh Timur, Rusydi, SH.I (foto: Dok. Pribadi).

ACEHNETWORK.COM | Pemuda Aceh harus memandang bahwa politik bukanlah sebuah medan pertempuran, akan tetapi sebagai sebuah arena pertarungan ide dan gagasan untuk kemajuan bersama. Jika ingin keluar dari jebakan sejarah kelam dan ancaman oligarki lokal dan global, Pemuda Aceh perlu memaknai bahwa Pangung Politik bukanlah tempat memupuk berbagai sentimen dan kebencian.

Politik Pemuda juga berkewajiban untuk menjadi perantara yang berperan untuk menularkan pemahaman yang utuh kepada masyarakat Aceh bahwa arena pertarungan politik yang di perjuangkan oleh pemuda tentu saja membawa pesan politik yang bermoral etik serta bermuara kepada pencapaian tujuan bersama untuk mewujutkan kemaslahatan ummat yang berkeadilan sosial.

Pemahaman yang utuh akan narasi-narasi politik pemuda haruslah dibangun diatas sikap kritis atas berbagai bentuk ketimpangan sosial ekonomi yang telah di hasilkan oleh elit-elit politik terdahulu atau generasi yang lahir dan besar dalam sistem dan tatanan sosial yang masih sangat dipengaruhi oleh kentalnya nuansa feodalisme (sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan kepada golongan bangsawan) pasca era penjajahan.

Pemuda yang faham dengan nilai-nilai ke-Acehan merupakan pemuda yang tidak berjarak dengan cultur dan antropologi daerahnya. Aceh merupakan sebuah daerah dengan entitas yang unik dan eklusif, tidak mungkin terpisahkan dari nilai-nilai Islam, semangat heroisme, idealisme dan demokrasi klasiknya telah teruji dalam perlintasan sejarah yang sangat panjang.

Baca juga: Bacok Teman Sendiri, Pria di Aceh Timur ini Berhasil Ditangkap Warga dan Polisi

Jika kita tilik sejarah panjang pergolakan politik yang terjadi di bumi Aceh lintas generasi, sejatinya generasi pemuda Aceh  sejak lahir telah memiliki sikap anti pembodohan, anti penindasan, anti intimidasi, anti status quo dan anti kemunafikan, sikap mental anti feodalisme yang sudah tertanam dan mengakar di setiap benak pemuda Aceh harusnya dapat menjadi modal utama Aceh dalam mewujutkan sebuah peradaban yang maju dan berkeadilan.

Akibat tidak terorkestrasi dengan baik dan terpadu dalam konsep pendidikan yang berkarakter ke-Acehan, generasi Aceh belum mampu mengakses dan memanksimalkan berbagai potensi yang ada, baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya sosialnya dalam mewujutkan kesejahteraan serta mengembalikan kegemilangan sejarah tentang Aceh yang kokoh.

Baca juga: Diisukan Maju Pilkada 2024 Dampingi Mualem, Haji Uma Beri Sinyal Ini

Kita berharap banyak pada generasi muda Aceh, terutama yang sudah terjun ke dunia politik dan merupakan cikal bakal elit pemimpin kedepan agar dapat membawa warna baru, serta mampu mengikis gaya dan pola-pola politik feodal, meletakkan podasi politik baru yang bermoral, membangun semangat keadilan sosial, membina dan menjaga kemaslahatan dalam nilai-nilai ke-Acehan agar dapat mengelola segala sumber daya Aceh dengan arif dan bijak serta berkesinambungan.

Karena hanya pemuda yang bijak dan cerdas yang relatif lebih memiliki peluang untuk membawa generasi Aceh dan masyarakatnya kepada perubahan yang lebih berperadaban atau setidaknya lebih baik dari masa lalu yang abu-abu dan tidak berpengharapan kelabu alias nihil untuk masyarakat.

Salam pemuda!!

Oleh: Rusydi, SH.I pemuda Aceh Timur.

Tulisan ini sepenuhnya milik dan tanggung jawab oleh penulis !