Nunggak Dua Bulan, Kendaraan Roda Dua Milik Warga Melayang di Perusahaan berlabel Syariah

Foto : ilustrasi

ACEHNETWORK.COM | Debt Collector PT Adira Finance Syariah diduga menarik kendaraan roda dua milik Rizatul Ana warga Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur lantara telat membayar cicilan selama dua bulan.

Penarikan itu dilakukan menjelang hari raya Idul fitri pada 22 Ramadhan 1446 Hijriah di kediamannya saat ia terbaring sakit. Akibatnya, konsumen merasa dirugikan oleh penarikan yang semena-mena.

Rizatul Ana menjelaskan kendaraan itu sudah dicicil selama 17 bulan dengan cicilan Rp 1.100.000 perbulan selama 3 tahun. Adapun DP kendaraan itu sebesar Rp 7.000.000 dari total total Rp 35.900.000.

Naasnya, pada 2 Maret 2024 menjelang Hari raya Idul Fitri ia harus kehilangan kendaraan PCX di tangan Debt Collector PT Adira Finance Syariah yang mendatanginya.

Saat itu, Rizatul dalam kondisi sakit dan diminta menandatangani surat pelunasan kendaraan agar bisa dilakukan pelunasan lantara ia sudah dua bulan belum membayar cicilan.

baca juga: Tim Gabungan Temukan 30 Ton Kayu Hasil Aktifitas Ilegal Loging di Aceh Timur

“Jika tidak mampu bayar lagi cicilan maka harus dilukan pelunasan, setelah itu kendaraan roda dua nya langsung dibawa oleh pihak lapangan yang selanjut menyuruh kami untuk datang ke kantor di ke esokan hari” kata Rizatul Ana putri pertama  Barmawi warga Desa Kuala Idi kepada awak media, Jum’at (19/04/2024).

Lanjutnya, pada keesokan hari saat pihak konsumen mau mendatangi kantor Adira syariah cabang Idi rayeuk.

baca juga: Amiruddin Resmi Daftarkan Balon Bupati Aceh Barat Lewat Partai Gerindra

Namun tiba-tiba di pagi hari pihak Debt Collector sudah sampai duluan di rumahnya dan mengatakan tidak perlu lagi ke kantor cukup proses di rumah saja.

“Pihak lapangan meminta  KTP asli saya, dan saya tidak tau untuk apa, namun di sore hari nya ia kembali lagi untuk mengembalikan ktp asli saya serta uang sebesar Rp 500.000 yang katanya sisa uang dari hasil pelunasan kendaraan tersebut”, sebut Rizatul Ana.

Konsumen merasa kecewa dan sakit hati kepada pihak perusahaan lantaran tidak ada keringanan bahkan penarikan kendaraan dilakukan saat ia dalam kondisi sakit serta menjelang lebaran idul fitri.

baca juga: DPRK Aceh Timur Bakal Panggil Pimpinan PT Adira Finance terkait Sejumlah Dugaan

Pihak Adira Finance Syariah saat dimintai konfirmasi oleh awak media, tidak mau memberi tanggapan apapun terkait permasalahan itu, justru ia meminta pihak media untuk mendatangkan konsumen ke kantornya, Selasa (23/04/2024).

Informasi yang diperoleh awak media, setelah penarikan kendaraan itu diduga masih berada dikantor selama 1 minggu sebelum dijual ke penampung kendaraan yang berada di dekat dengan kantor Adira Finance  Syariah tersebut