Mometum 4 Desember : Menghilangkan Kecurigaan Melahirkan Kedamaian

[ad_1]

Oleh : Far Tueng Bila

LINEAR.CO.ID – Momentum 4 Desember menjadi hari besar bagi para Eks Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menjadi momentum bagi sebahagian masyarakat Aceh.

Pada 4 Desember 1976, inisiator Gerakan Aceh Merdeka, Hasan di Tiro dan beberapa pengikutnya mengeluarkan pernyataan perlawanan terhadap pemerintah RI yang dilangsungkan di Gunung Halimun, Pidie.

Pristiwa Tsunami Aceh, telah menghantarkan sebuah perdamaian hingga Pada 15 agustus 2005, masyarakat Aceh merasakan perdamaian dengan di tanda tangani MoU Helsinki.

Usai penandatanganan MoU Helsinki sehingga melahirkan beberapa kesepakatan antara RI dan GAM yang tertuang dalam UUPA.

Namun kesepekatan tersebut banyak yang tidak terealisasi sehingga ada sebahagian dari para EKS Kombatan GAM merasa kecewa dengan hal tersebut.

Pada umumnya hari perayaan akan menjadi momentum yang banyak di tunggu oleh masyarakat, seperti halnya perayaan Milad GAM yang jatuh pada 4 Desember juga mejadi momentum bagi para EKS Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Pemerintah Indonesia seakan-akan takut akan perayaan Milad GAM yang jatuh pada 4 Desember. Terlihat setiap hari perayaan GAM di jaga ketat oleh para pihak keamanan di setiap wilayah.

Padahal para Eks Kombatan GAM sudah meninggalkan sikap yang spartis dalam mewujudkan perdamaian Aceh tetap terjaga.

Pengibaran bendera Aceh menjadi sebuah hal yang di curigakan dan merasa katakutan oleh pemerintah Pusat, padahal Para Eks Kombatan GAM hanya mengingikan sebentar saja untuk merayakan Hari Milad GAM.

Para Eks Kombatan telah menunjukkan sikapnya untuk terus berkomitmen menjaga perdamaian Aceh hingga hari ini.

 


Post Views: 18

[ad_2]

https://linear.co.id/