Kronologi Tewasnya Saiful, Diculik dan Diperas oleh Oknum Mengaku dari Satresnarkoba Aceh Utara

Saiful Abdullah, korban penculikan dan pemerasan oleh sekelompok orang mengaku dari Satresnarkoba Aceh Utara. (Foto: Beritamerdeka).

ACEHNETWORK.COM | Saiful Abdullah (51) warga Gampong Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara meninggal dunia diduga dihajar oknum polisi.

Informasi diperoleh Acehnetwork.com, Ita (nama) istri korban, pada tanggal 29 mendapat informasi bahwa suaminya diamankan oleh sekelompok orang mengaku dari Satresnarkoba Polres Aceh Utara.

Setelah mendapat informasi, Ita langsung bergeges kelokasi dimana suaminya diamankan. Lokasi itu berada dipinggir pantai yang juga masuk dalam wilayah Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.

Saat tiba dilokasi, Ita melihat sebuah mobil minibus bewarna hitam yang digunakan oleh para pelaku.

baca juga: Tim Gabungan Temukan 30 Ton Kayu Hasil Aktifitas Ilegal Loging di Aceh Timur

Di dalam mobil sudah diamankan suaminya, sementara diluar juga terdapat seorang pria yang telah dalam kondisi tangan terikat berlumur pasir pantai.

Saat Ita mendekat, seorang pria mengarahkan senpi dan menembak kearah bawah hingga membuat pasir mengebul keatas, sontak tembakan itu membuat Ita terkejut dan terhenti.

Alasan istri korban mendekat, karena ingin memastikan yang diamankan oleh sekelompok orang yang mengaku dari Satresnarkoba Polres Aceh Utara itu ialah benar Saiful Abdullah suaminya.

“Ngapain ibuk kemari,”terang Ita mengulang apa yang disampaikan pelaku disusul tembakan kebawah, Ita langsung melangkah mundur dan mengaku shok mendengar suara tembakan itu.

Meski panik dan shok, yang tergambar difikiran Ita hanyalah agar suaminya dilepas. Saat itu, Itapun langsung menelfon anaknya bernama Noviana agar segera pulang karena ayahnya (Saiful Abdullah) ditangkap polisi. 

Berbagai cara dilakukan Ita agara suaminya dile apaa. Hingga akhirnya ia menghubungi salah seorang yang dikenal bernama Yet.

Kepada Yet Ita meminta agar dirinya dapat difasilitasi dengan pihak yang mengaku dari Satresnarkoba itu untuk bisa membawa pulang suaminya.

Singkat cerita, Yet memberi kabar bahwa kelompok yang mengaku dari Satresnarkoba itu meminta uang tebusan sebanyak 50 juta.

Uang sebanyak itu, pihak terduga pelaku melalui Yet berjanji akan menyerahkan korban kembali ke keluarga.

Mengetahui hal itu, Ita langsung meng-iyakan permintaan para pelaku, ia langsung bergegas ke toko mas di Kecamatan Samudera Geudong, untuk mencari uang.

Saat uang permintaan para pelaku sudah ada, Ita langsung menghubungi Yet. Saat itu Yet langsung menemui Ita untuk mengambil uang itu.

Yet, kepada Ita mengatakan akan menjumpai para pelaku di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Geudong, Aceh Utara. Namun Ita minta ikut guna ingin melihat kondisi suaminya.

Saat itu, Ita bersama anaknya bernama Noviana ikut Yet menjumpai pelaku, namun ketiga mereka telah dipantau pelaku dari jauh dan pelaku langsung menelpon Yet

“Itu kenapa piginya bertiga?,” tanya pelaku dengan keberatan kepada Yet.

Seketika Ita langsung meminta handphone Yet dan berbicara dengan pelaku.

“Pak gimana bapak percaya Yet, gitu juga bapak harus percaya kami, ini saya pergi dengan Noviana anak kandung saya dan suami, suami saya mana pak?,” tanyak Ita.

Pelaku, kepada Ita menjawab bahwa korban dalam kondisi aman, namun Ita masih tidak diperbolehkan jumpa dengan korban yang merupakan suaminya itu.

Para pelaku, mengarahkan hanya Yet dan uang 50 juta itu yang bisa menjumpai mereka, namun Ita dan anaknya tidak diperbolehkan, jika tidak diindahkan pelaku mengancam akan membawa korban ke Polres.

baca juga: Amiruddin Resmi Daftarkan Balon Bupati Aceh Barat Lewat Partai Gerindra

Arahan tersebut diiyakan Ita dan anaknya dan mempersilahkan Yet menjumpai pelaku yang berada dilokasi seputaran bayu.

Selanjutnya Yet membawa uang yang telah berada di bagasi sepeda motor nya, sementara Ita dan anaknya tetap menunggu di depan SPBU Geudong.

Namun setelah dibuka, uang tembusan yang disepakati 50 juta hanya ada 40 juta, para pelaku komplain dan Yet menyampaikan komplain itu ke Ita.

“Uang itu sengaja saya kurangkan, kadang bisa nego sedikit, namun kekurangan uang itu saya serahkan kembali kepada Yet 10 Juta untuk orang Narkoba itu,” kata Ita, seperti dilansir di beritamerdeka, Sabtu (04/05/24).

Persingkat cerita, uang telah diterima 50 juta oleh pelaku, lalu para pelaku menyerahkan korban kepada Yet.

Selanjutnya Sayet membawa korban mengunakan sepeda motor miliknya, dengan kondisi korban telah babak belur.

Saat tiba dirumah di Gampong Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera korban mengaku sesak dan kesakitan disekujur tubuhnya, bantal dan seprai telah berlumuran darah.

Sehingga kemudian, keluarga melarikan korban ke rumah sakit milik TNI di Lhokseumawe, tiba disana Korban dinyatakan meninggal dunia.

baca juga: DPRK Aceh Timur Bakal Panggil Pimpinan PT Adira Finance terkait Sejumlah Dugaan

Dalam kondisi shok Ita langsung menghubungi kembali Yet dan menyampaikan bahwa suaminya Saiful Abdullah telah meninggal.

Lebih lanjut kepada Yet, Ita menyampaikan agar uang 50 Juta itu dikembalikan, Yet sempat menolak, dengan alasan mereka Oknum Satresnarkoba itu tidak mau, namun terakhir uang itu dikembalikan para pelaku melalui Yet.

Namun, memalui bukti rekaman pihak keluarga, Yet sempat berpesan berpesan agar permasalahan ini tidak untuk disebar luas kan, hal itu dikhawatirkan menyangkut sanksi kedinasan para pelaku.

baca juga: Polres Langsa Berhasil Ciduk Pria Aceh Utara dan Gagalkan Peredaran Narkotika

“Kamo sut baje, bek neupeugah sapat, tesut baje kamo mandum, (Kami copot baju alias di pecat), jangan cerita kemana – mana, copot baju kami),” kata Yet dalam rekaman itu yang dikirim keluarga korban. 

Ita juga menjelaskan pelaku sempat memohon agar pihak Ita tidak menceritakan jika pelaku diamankan tanpa barang bukti narkotika yang melekat pada korban (Suaminya).

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksa Putra, SIK saat dikonfirmasi menyangkut informasi tersebut via WhatsApp oleh wartawan Beritamerdekat, dirinya mengatakan sedang menjalankan ibadah umroh.

“Saya lagi umroh, hubungi Wakapolres untuk fakta yang sebenarnya,” jawab Deden. (04/05).

baca juga: H Sulaiman Tole Resmi Daftar Bacalon Bupati Aceh Timur ke DPP-PA

Sementara Wakapolres Aceh Utara Kompol Muhayat Efendi juga dikonfirmasi via WhatsApp, dirinya masih enggan menanggapi subtansi yang dimaksud dalam konfirmasi.

Namun menyangkut kasus itu, keluarga korban yang diwakili anak korban bernama Noviana telah melaporkan kejadian itu ke Polres Lhokseumawe dibuktikan dengan surat tanda penerimaan laporan Nomor : LP/B/91/V/2024/SPKT/Polres Lhokseumawe/Polda Aceh pertanggal 02 Mei 2024 Pukul 21:45 Wib.