Kita Harus Pilih Presiden yang Tidak Menghambur Uang

[ad_1]

LINEAR.CO.ID | JAKARTA – Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk memilih presiden yang tidak menghamburkan uang.

JK juga menyarankan kepada seluruh relawan agar mencari calon presiden yang tidak suka menghambur-hamburkan anggaran. Pasalnya, jika kedepan pemimpinnya boros belanja anggaran negara, bisa saja Indonesia nanti mengalami kebangkrutan.

“Jadi kita harus pilih presiden yang tidak menghambur dana. Kalau presidennya boros, asal belanja saja, maka bisa bangkrut negeri ini,” ujarnya.

Selain itu, Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa dirinya telah lama memberikan dukungan kepada kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Namun, karena menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK memiliki batasan untuk menyampaikan sikap. Belakangan juga banyak pertanyaan soal dukungan pada Pilpres 2024.

JK saat pulang ke Makassar, Sulawesi Selatan, menyampaikan pemikirannya untuk terkait arah dukungannya di Pilpres 2024.

“Saya betul-betul menyampaikan sikap saya mudah-mudahan ada manfaatnya. Saya sebenarnya sudah lama mendukung Anies secara pribadi. Tapi karena saya Ketua PMI memiliki batasan,” kata JK saat bertemu dengan relawan AMIN, Selasa (19/12).

JK juga mengutarakan bahwa tidak mudah mencari seorang pemimpin yang tangguh dan mampu menyejahterakan rakyatnya di masa ekonomi dunia sedang sulit akibat perang yang terjadi di Eropa.

“Kalau presiden tidak tangguh akan sulit, dunia akan sulit. Ekonomi dunia juga lagi sulit. Perang di Ukraina, perang antara China dan Amerika. Kalau ekonomi dunia turun, kita juga ikut kena,” ungkapnya.

Sejumlah relawan pasangan capres-cawapres nomor urut satu ini bertemu dengan mantan Wapres JK di salah satu gedung di Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Selasa (19/12/2023) malam.

“Sebagai pribadi beliau punya sikap dan hak kan. Di hadapan masyarakat Makassar beliau sampaikan sikapnya memberikan dukungan kepada Anies-Muhaimin,” kata juru bicara AMIN, Sudirman Said.

Dengan adanya dukungan dari JK, Sudirman optimis tingkat elektoral AMIN di Sulawesi Selatan akan meningkat. Pasalnya, JK merupakan tokoh yang masih menjadi panutan masyarakat Sulsel dan juga Indonesia.

“Insyaallah tampaknya bakal hujan,” ujarnya.

Sementara terkait dana kampanye Anies-Muhaimin, menurut Sudirman baru terkumpul sekitar Rp1 miliar, di mana dana kampanye itu berasal dari patungan relawan.

“Memang masyarakat aja danai kampanye kita. Alhamdulillah kita syukuri ya. Itulah demokrasi kita, ketika masyarakat punya mau dan ketika ada calon yang mereka anggap memenuhi harapan mereka langsung berikan dukungan,” ungkapnya.

[ad_2]

https://linear.co.id/