Hakim MK Sentil Kuasa Hukum Partai Golkar Kacau Balau di Sidang PHPU Pileg 2024

Hakim MK Arief Hidayat. (Foto: SS Video YouTube).

ACEHNETWORK.COM | Kuasa hukum Partai Golkar disentil Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat dalam perkara gugatan perolehan kursi anggota DPR Aceh daerah pemilihan Aceh VI.

Arief mengatakan susunan bukti yang dibawa melalui kuasa hukum pemohon kacau balau.

Hal itu disampaikan Arief dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pileg 2024 di Gedung MK, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/4/2024).

Kuasa Hukum Golkar awalnya menyampaikan permohonan dalam perkara bernomor 20-01-04-01/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 dengan pihak terkait Partai Gerindra dan Partai Aceh.

Dalam perkara itu, pihak Golkar mempermasalahkan penambahan suara Partai Gerindra yang semestinya hanya 14.257 bukan 19.069 suara.

Selain itu, pihaknya juga menyertakan gugatan terkait suara Partai Aceh.

Ketika Majelis Hakim meminta pemohon membacakan petitum, Kuasa Hukum Golkar justru menyampaikan beberapa perbaikan atau renvoi.

“Mohon izin, majelis ada halaman dari pemohon halaman 7, di tabel partai politik ada Partai Aceh rekap mandiri 7.737, D Hasil kecamatan termohon, di sini di permohonan pemohon tertulis 10.018, kami mohon izin untuk direnvoi ada salah ketik yang benar 10.028,” terang Syahrul seperti dikutip dari detiknews.com.

baca juga: Tim Gabungan Temukan 30 Ton Kayu Hasil Aktifitas Ilegal Loging di Aceh Timur

“Ada salah ketik D Hasil masih di tabel yang sama, D Hasil KABKO-DPRA itu tertulis di sini 10.028, kami mohon izin untuk direnvoi 10.228,” tambahnya lagi.

Perbaikan lainnya, yakni suara Partai Aceh di Idi Rayeuk yang tertulis 7.738, semestinya ujar dia, berkurang satu menjadi 7.737. Saat menyampaikan renvoi pada kolom bukti, Hakim Arief menghentikan.

“Ya nanti mengenai bukti nanti diselesaikan di kepaniteraan nanti karena banyak catatan ini yang nggak jelas. Ini kalau dibaca semua bisa yang lain nggak kebagian waktu ya, nanti bisa selesai jam 00.00 WIB malam kalau nggak subuh ini kalau dibaca semua. Ini buktinya, daftar buktinya kacau balau ini, nanti diselesaikan di kepaniteraan,” kata hakim MK, Arief.

baca juga: Firman Dandy Sosok Diminati Calon Bupati Aceh Timur di Pilkada 2024

Arief menuturkan bukti yang disampaikan pihak pemohon membuat pusing pihak terkait dan termohon. Dia berkelakar jika membaca bukti itu secara keseluruhan maka hakim bisa tumbang.

“Jadi nggak usah, bukti nggak usah. Dicek kembali, dibetulkan, saya minta untuk dibetulkan supaya bisa anu. Kalau buktinya kayak begini ini membuat pusing pihak terkait dan termohon. Nanti kalau mati yang salah Anda, kalau baca bingung kayak begini ini,” tutur Arief disambut tawa peserta sidang.

baca juga: Amiruddin Resmi Daftarkan Balon Bupati Aceh Barat Lewat Partai Gerindra

“Nah nanti kepaniteraan ya (diselesaikan bukti), nggak usah dibacakan di sini. Ini nanti hakimnya mati nggak bisa ngadili malah repot nanti, ya. Indonesia nggak bisa, Pileg-nya nggak jadi selesai kan,”pungkasnya lagi.