Dianggap Makan Gaji Buta, YARA Gugat Majelis Pendidikan Aceh

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin. (Foto: Ist).

ACEHNETWORK.COM | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) bakal menggugat Majelis Pendidikan Aceh lantaran lembaga itu dianggap tidak bekerja. Sehingga dinilai berimbas pada mutu dan daya saing pendidikan di level nasional.

“Apa saja kerja mereka, selain menerima honor atau gaji bulanan, uang perjalanan dinas, mobil dinas, kantor megah dan lain-lain sehingga mutu pendidikan Aceh sangat bermasalah,” kata ketua Yara, Safaruddin, Senin, (13/5/2024).

Menurut Safar, Mejelis Pendidikan Aceh adalah lembaga yang setara dengan Satuan Kerja Pemerintah Aceh atau SKPA yang memiliki anggaran sendiri.

baca juga: Kronologi Tewasnya Saiful, Diculik dan Diperas oleh Oknum Mengaku dari Satresnarkoba Aceh Utara

Pembentukan lembaga tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999. 

Dengan kata lain, Majelis Pendidikan Aceh sudah terbentuk 20 tahun lebih. Atas hal itu, Safar menduga ada yang tidak beres dalam perekrutan anggota lembaga tersebut.

baca juga: Partai Nasdem Terima Berkas Pendaftaran Faisal Riza Balon Bupati Aceh Timur

Ketua Yara juga menyayangkan ada oknum yang menyalahkan Dinas Pendidikan tanpa berani menggugat Majelis Pendidikan Aceh.

“Ada apa ini, mengapa orang pada takut menggugat MPA,” ungkapnya. 

Ketua Yara berharap agar semua pimpinan dan komisioner lembaga keistimewaan Aceh bekerja semaksimal mungkin.

baca juga: Iskandar Usman Alfarlaky Daftar Bacabup Aceh Timur pada Pilkada 2024

Sehingga menurutnya, mampu menunjukkan Aceh sebagai daerah istimewa melalui adanya mutu, layanan, karakter dan daya saing yang kuat.