Dampak PDAM Mati, Nyawa Anak Balita Melayang di Penanggalan

[ad_1]

LINEAR.CO.ID | SUBULUSSALAM – Diketahui, puluhan hari PDAM sebagian wilayah di Kecamatan Penanggalan mati, hingga nyawa seorang Anak Bawah Lima Tahun (Balita) melayang, Kamis, (9/11/23).

Dianya, DAK (3), buah hati dari pasangan JK (28) dan PDRM (26), warga Dusun Lancang Sira, Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Bermula, pada Rabu, 08 November 2023 sekira pukul 16:30 Wib. Almarhum DAK bersama Ibunya mengambil Air ke Musholla perumahan Polisi Militer setempat, lokasi itu persis berdekatan dengan tempat tinggal si korban.

Pasalnya, PDAM setempat mengalami kerusakan selama puluhan hari, tidak beroperasi, hingga keluarga ini memutuskan untuk mengambil air di kompleks tersebut.

Disana, DAK terlepas dari pantauan sang ibu nya. Ibunya sendiri sedang sibuk di MCK Musholla tersebut. Kemudian, ibunya melihat anaknya DAK telah tertimpa pagar besi perumahan itu.

Melihat kondisi anaknya, Ibu nya pun sontak histeris dan berteriak meminta tolong. Tak berselang lama, warga melarikan DAK ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam.

Sesampainya di Rumah Sakit, Tim medis langsung memberikan pertolongan terhadap DAK. Takdir berkata lain, DAK tidak tertolong lagi.

Almarhum DAK mengalami benjolan dikepala dan luka bagian mulut. setelah sekitar 30 menit di IGD, DAK pun menghembuskan napas trakhirnya1.

Keluarga almarhum pun sepakat untuk membawa Diar ke peristirahatan terakhirnya, di kampung halaman kedua orang tuanya di Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Hingga berita ini sampai ke meja redaksi, awak media ini belum dapat mengkonfirmasi pihak PDAM setempat, terkait tidak beroperasinya PDAM di wilayah itu.

Ucapan duka cita pun kian memenuhi beranda Sosial Media (Sosmed) khususnya di beranda Facebook dan Grup Whatsapp. (Ist/*)


Post Views: 73

[ad_2]

https://linear.co.id/