Caleg Terpilih Wajib Mundur Jika Menjadi Calon Kepala Daerah di Pilkada 2024

Caleg Terpilih Wajib Mundur Jika Menjadi Calon Kepala Daerah di Pilkada 2024
Ketua Devisi Bisang Teknis KPU RI, Idham Holik. (Foto: detik.com).

BANDA ACEH, ACEHNETWORK.COM | Calon anggota legislatif terpilih yang dilantik harus mengundurkan diri jika menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Devisi Teknis KPU RI, Idham Holik. Dia mengatakan, hal itu telah diatur dalam UU Pilkada.

“Calon anggota terpilih yang dilantik wajib mengundurkan diri pada saat dicalonkan menjadi bapaslon (bakal pasangan calon) kepala daerah dan wakil kepala daerah,” kata Idham, Kamis (18/4/2024) dikutip dari detik.com.

Idham menuturkan bahwa hal itu sudah sesuai dengan putusan MK nomor 33/PUU-XIII/2015 dan pasal 7 ayat (2) huruf s UU Pilkada Tahun 2016, yang bunyi:

Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: … menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan.

baca juga: Diisukan Maju Pilkada 2024 Dampingi Mualem, Haji Uma Beri Sinyal Ini

Dengan demikian, para calon anggota legislatif terpilih wajib mengundurkan diri jika menjadi calon Kapala daerah dalam pilkada yang dihelakkan pada 27 November 2024 mendatang.

baca juga: Partai Gerindra Usul Dek Fad Dampingi Mualem di Pilkada 2024

Untuk informasi, para caleg terpilih akan dilantik pada Oktober 2024. Sementara, masa pendaftaran calon kepala daerah bakal dimulai pada bulan Agustus 2024. Untuk penetapan pasangan calon akan dilakukan pada September 2024.