Warga Tergusur Mengamuk Rusak Pagar Kompleks Perumahan PT Arun

  • admin

Ratusan warga eks Blang Lancang dan Rancong mengamuk dalam unjuk rasa lanjutan menuntut resettlement (pemukiman) baru, Senin, 27 Oktober 2014. Kali ini warga tergusur itu merusak pagar Kompleks Perumahan PT Arun di Batuphat, Muara Satu, Lhokseumawe.

Informasi dihimpun ATJEHPOST.co, sejak pagi hingga siang tadi ratusan pengunjuk rasa berorasi dan membakar sejumlah ban bekas di depan pintu masuk Kompleks Perumahan PT Arun. Lokasi itu dijaga ketat pasukan Polres Lhokseumawe dan Polsek Muara Satu diback-up Brimob Polda Aceh bersenjata lengkap. Polisi menurunkan water canon, baracuda, truk, dan kenderaaan lainnya.

Menjelang siang, pengunjuk rasa gabungan warga dan mahasiswa merusak pagar Kompleks Perumahan PT Arun hingga rusak. Massa turut merusak sebuah baliho depan kompleks tersebut.

Setelah melewati pos satpam di pintu kompleks perumahan, massa dihadang pasukan polisi secara berlapis. Pengunjuk rasa akhirnya mundur ke luar kompleks perumahan PT Arun setelah datang Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto. Kapolres Joko yang baru beberapa hari bertugas kembali setelah pulang dari Tanah Suci menunaikan ibadah haji, berdialog dan meredam amarah massa.

“Salah seorang koordinator aksi demo ikut ditangkap dan dibawa ke Polres Lhokseumawe,” kata seorang pengunjuk rasa. Massa lantas kembali ke posko mereka di jalan menuju kompleks kantor PT Arun dan Kilang LNG.

Sebagaimana diberitakan, ratusan warga eks Blang Lancang dan Rancong dalam bulan Oktober ini sudah beberapa kali berunjuk rasa menuntut pemerintah dan PT Pertamina merealisasikan resettlement sesuai janji pada tahun 1973/1974 silam.

Mulanya, massa berunjuk rasa di depan kompleks kantor PT Arun dan Kilang LNG saat berlangsung pengapalan LNG terakhir di Pelabuhan Blang Lancang, Lhokseumawe, 15 Oktober 2014. (Lihat Foto: Massa Bentrok dengan Polisi di Arun).

Massa lantas melanjutkan unjuk rasa ke di kantor Walikota Lhokseumawe, 21 Oktober 2014.  Aksi ini berakhir dengan bentrokan massa dengan polisi yang diwarnai letusan senjata api milik polisi. Kericuhan tersebut membuat sejumlah warga luka di bagian kepala, lutut dan anggota badan lainnya. Ada pula perempuan yang pingsan akibat terjepit dalam bentrokan. (Baca: Foto Demo Berdarah di Kantor Walikota Lhokseumawe).

Warga eks Blang Lancang dan Rancong kemudian berunjuk rasa di depan pintu masuk kompleks perumahan PT  Arun, 23 Oktober 2014. Mereka membakar dua ban mobil dan merusak pagar kompleks perumahan tersebut. Sekretaris Ikatan Keluarga Blang Lancang dan Rancong (IKBAL) M. Jubir dalam orasinya mengatakan pihaknya memberi waktu pada manajemen PT Arun untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada PT. Pertamina. (Baca: Warga Eks Blang Lancang dan Rancong Unjuk Rasa di Perumahan PT Arun).

Humas PT. Arun, T.Eddy Safari, mengatakan pihaknya telah menyampaikan tuntutan warga ke pimpinan perusahaan. “Sudah kita sampaikan kepada pihak PT.Pertamina pada sore itu juga melalui Kepala aset pertamina. Kita sudah menyampaikan persoalan ini atau hal-hal yang menjadi tuntutan warga melalui beliau. Namun hingga saat ini kami dari pihak PT.Arun masih menunggu jawaban dari pihak PT.Pertamina,” ujar dia, 23 Oktober 2014. (Baca: Ini Kata Humas PT Arun Soal Tuntutan Warga).

Saat unjuk rasa pada pagi hingga siang tadi, tidak ada perwakilan PT Arun yang menjumpai massa sehingga warga tergusur menumpahkan amarahnya dengan merusak pagar kompleks perumahan karyawan perusahaan itu.[]

related posts