Warga Aceh Kumpulkan Koin Untuk Australia, Damien Kingsbury: They are Acehnese

  • admin

PERNYATAAN Tony Abbott yang mengungkit sumbangan Australia untuk korban tsunami Aceh dan meminta Jokowi agar tidak menghukum mati komplotan Bali Nine mendapat respon dari sejumlah masyarakat Aceh. Salah satunya adalah dari OKP Islam se Aceh yang menyebut diri mereka Komunitas Pemuda Subuh (Kompas).

"Kami siap mengembalikan dana takziyah yang diberikan Australia kepada Aceh. Asalkan pelaku dan pengedar narkoba tetap dihukum mati. #SayNotoDrugs, #Koin4Australia. By OKP Islam Se Aceh /Komunitas Pemuda Shubuh," tulis Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Darlis Aziz mewakili Kompas kepada redaksi ATJEHPOST.co, Jumat, 20 Februari 2015.

Aksi yang dilakukan komunitas ini mendapat sorotan dari Damien Kingsbury, mantan penasehat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) asal Australia yang kini mengajar di Deakin University. Sebagai salah satu oposisi dan tidak pernah memilih Tony Abbot, Damien menyayangkan pernyataan PM Australia tersebut yang memicu kekecewaan masyarakat Aceh selaku korban tsunami.

Damien turut mengunggah foto komunitas masyarakat Aceh sedang mengumpulkan koin untuk Australia tersebut di akun facebooknya, facebook.com/damien.kingsbury.

"If anyone was wondering how Abbott's comments about sparing lives as payback for helping out after the 2004 tsunami, check this out: 'Coins For Australia'. They want to pay it back. And these are not just Indonesians; they are Acehnese - the recipients of that aid. Abbott has made angry not just the government, the media and, it seems, the general public, but also the people we (and others) helped. The Acehnese used to be our best friends. ?#‎GoodoneTony?!" tulis Damien Kingsbury.

Ia mengaku pernah tinggal dan bekerja dengan orang-orang Aceh yang menurutnya mempunyai sikap keras. Menurut Damien, Aceh telah berperang dengan Indonesia selama tiga dekade dan melawan Belanda selama 30 tahun yang membuat banyak tentara dari negara tersebut tidak pernah kembali.

"I have lived and worked with the Acehnese and they are indeed a proud people - so much so that 4 million of them took on the rest of Indonesia for three decades. They also fought off the Dutch for 30 years and, after WWII, that was one place the Dutch never returned to," katanya menjawab beberapa komentar dari netizen.

Damien kemudian melanjutkan, "Reconsidering my comment: the Acehnese are certainly proud. But their defining characteristic is 'integrity'."[]

related posts