Sehat Ihsan Shadiqin: Dari Aceh untuk Dunia

  • admin

MoU Helsinki bukan sekadar menghentikan perang yang terjadi antara kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Republik Indonesia. Lebih luas ia juga memberikan harapan dan cita-cita yang lebih tinggi dalam menatap kehidupan, membangun imajinasi tentang hidup, menata masa depan, dan berpikir tentang bagaimana berperan serta dalam kehidupan bersama.

MoU Helsinki memberikan kesempatan kepada masyarakat Aceh untuk berkiprah dalam konteks pergaulan yang lebih luas di seluruh dunia. Ini sangat disadari oleh orang Aceh sendiri. Setelah MoU Helsinki peran itu sedikit demi sedikit mulai diambil oleh orang Aceh dengan ikut bergabung dalam organisasi-organisasi level dunia.

Saat ini banyak orang Aceh yang terlibat dalam lembaga-lembaga dunia yang menentukan arah kebijakan politik dan ekonomi global.

Pemerintah Aceh juga harus terus merencanakan dan membuat program yang mengarah pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk memajukan orang Aceh sebagai masyarakat yang berperadaban, berpendidikan, serta memiliki kompetensi dalam membangun masyarakat dunia.[]

Sehat Ihsan Shadiqin (Mahasiswa PhD Antropologi Budaya, Universitas Milano-Biccoca, Italia)

related posts