PA dan KPA Minta Kader Bantu Korban Bencana

DEWAN Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh menginstruksikan kader dan simpatisan partai untuk berpartisipasi membantu warga yang terkena musibah di seluruh Aceh, Sabtu, 22 November 2014. Hal serupa juga diperintahkan untuk anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) di seluruh daerah terdekat bencana.

"Sepekan ini hampir seluruh Aceh mengalami banjir serius akibat hujan deras yang mengakibatkan sebagian besar warga setempat harus mengungsi akibat genangan banjir yang melanda kampung mereka, bahkan ada rumah warga yang hancur total," ujar Juru Bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung.

Bencana ini terjadi secara simultan yang melanda hampir seluruh Aceh. Dampak bencana adalah jebolnya Krueng Pase di Gampong Tanjong Awe Kecamatan Samudra dan putusnya jembatan Lhok Cut di Aceh Utara. Hal ini mengakibatkan rawan banjir susulan jika hujan kembali mengguyur daerah tersebut.

Ia merincikan sejumlah kawasan yang dilanda banjir adalah di Kecamatan Sawang, Samudra, Pirak Timu, Matangkuli, dan Tanah Luas. Daerah-daerah ini berada di Kabupaten Aceh Utara.

"Untuk kabupaten Bireun, kita sedang menunggu laporan lengkap kawasan-kawasan yang mengalami banjir dari tim KPA/PA yang sedang berada di lapangan," katanya.

Sementara di Pidie Jaya, dikabarkan air masih tergenang di sekitar Kecamatan Ulim akibat luapan sungai setempat. Begitu juga di sekitar Kecamatan Meureudu dan Gampong Alue Ketapang Kecamatan Bandar Dua. Di Pidie Jaya juga dilaporkan rawan akan banjir susulan.

"Lain halnya musibah banjir yang terjadi di Gampoh Lamreh Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar, selain derasnya hujan juga diiringi dengan jatuhnya bebatuan dari penggunungan ke permukiman penduduk," katanya.

Di Aceh Jaya pun kembali dilaporkan terjadinya banjir susulan di kawasan Kecamatan Teunom, hal yang sama juga dialami oleh warga Kecamatan Kluet di Aceh Selatan.

"Maka kita intruksikan kepada seluruh kader dan simpatisan dalam DPW Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh masingg-masing wilayah untuk ikut nimbrung (berpartisipasi) dalam kegiatan sosial ini. Mereka sangat membutuhkan tenaga dan keterlibatan kita. Seluruh DPW PA dan KPA harus segera menangani mereka," katanya.

Ia juga meminta Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota agar sesegera menangani korban bencana di masing-masing wilayah, baik dalam bentuk evakuasi maupun kebutuhan lainnya. "Yang paling penting adalah mempersiapkan berbagai kebutuhan warga pasca pembersihan dan surutnya banjir, termasuk wabah penyakit di sekitar kawasan banjir," ujarnya.

Di sisi lain, Adi Laweung meminta Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota agar melakukan pemetaan kawasan rawan bencana baik banjir maupun bencana lainnya. Menurutnya pemetaan ini harus diiringi dengan upaya pencegahan dini, termasuk mempersiapkan personil dan kebutuhan alat berat.

"DPW PA dan KPA Pusat juga meminta kepada seluruh anggota DPRA dan DPRK dari Partai Aceh yang berasal dari daerah-daerah yang mengalami banjir, agar turun ke lapangan langsung dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk penanganan sementara, harus bergandengan tangan dengan semua elemen untuk membantu warga di wilayah masing-masing," katanya.[]

related posts