Lima Bulan Tak Dibayar Gaji, Guru Kontrak di Sabang Terpaksa Ngutang

PARA guru kontrak yang mengajar bayar tulis Alquran di Kota Sabang terpaksa mengutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya, sudah lima bulan gaji mereka belum dilunasi oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui APBA.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang guru kontrak di Kota Sabang, Nurul, kepada ATJEHPOSTcom, Minggu 25 Mei 2014.

“Selama ini kami terpaksa ngutang kiri kanan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kehidupan kami kian sulit,” kata Nurul.

Menurut dia, guru kontrak baca tulis Alquran di Kota Sabang sebanyak 28 orang. Sedangkan jumlah guru bantu baca tulis Alquran di seluruh Aceh sebanyak 2800 orang.

“Saya bekerja sejak 2009 lalu. Kami direkrut untuk mengajar anak baca tulis Alquran. Biasanya, kami dibayar 3 bulan sekali. Namun tahun ini sangat terlambat,” kata dia.

Padahal, kata dia, gaji guru  baca tulis Alquran hanya sebesar Rp550 ribu per bulan. Namun jumlah ini dinilai sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya tidak ada aktivitas lain selain mengajar. Belakangan ini untuk isi bensin sepeda motor untuk ke tempat mengajar saja sudah gak ada uang lain. Ya, terpaksa mengutang dulu,” kata guru ini.

Dia berharap gaji guru kontrak segera dicairkan oleh Dinas Pendidikan Aceh. Selain untuk membiayai hidup, uang tersebut dinilai penting untuk membayar hutang yang sudah ada.

“Saya malu, karena sudah bayar hutang sama tetangga,” kata dia.

related posts