Koordinator AMAL: Gubernur Perlu Hindari Pembisik

  • admin

ALIANSI Mahasiswa Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe (AMAL) menyayangkan peran pembisik di lingkaran Gubernur Aceh yang dinilai seringkali bermain di balik kebijakan SKPA. Imbasnya, kinerja sejumlah SKPA yang mendapat rapor merah.

"Kita saat menyayangkan hal ini terjadi di Pemerintahan Aceh, kita memiliki dana  yang cukup besar apalagi ditambah dengan dana Outsus. Namun kinerja para SKPA belum maksimal," ujar Koordinator AMAL, Rahmat Juaini, kepada Atjehpost.co via telepon seluler, Rabu, 26 November 2014.

Menurutnya, seharusnya kepala SKPA harus benar-benar menjalankan tugasnya semaksimal mungkin. Namun yang terjadi adalah adanya kekhawatiran sejumlah kepala SKPA yang terancam dimutasi akibat pengaruh pembisik dalam internal Gubernur Aceh. Padahal, katanya lagi, kepala SKPA harus menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

"Padahal mereka adalah perpanjangan tangan gubernur, yang seharusnya berkerja dengan maksimal dengan cara  konstruktif. Kita sangat mengapresiasi kepada Pemerintahan Aceh jika mau membenahinya," ujarnya lagi.

Rahmat berharap agar Gubernur Zaini benar-benar memanfaatkan anggaran baru yang akan disahkan untuk tahun 2015 nanti.

"Harapan saya mari kita bangun Aceh secara konstruktif dan hindari yang namanya politik bisikan. Saya cukup yakin kedepan kinerja Pemerintah Aceh cukup baik dan maksimal jika terus membenahi segala kekurangan yang ada. Yang penting adalah bagaimana menghindari politik bisikan dari dalam," ujarnya lagi.[]

related posts