Kitab Tabir Gempa di Pustaka Ali Hasymi Raib?

  • admin

KITAB Tabir Gempa yang berada di Pustaka Ali Hasymi raib. Hal ini diketahui saat ATJEHPOST.co bermaksud mempelajari kitab yang berkisah tentang catatan gempa masa lalu pada Jumat, 9 Januari 2015.

Padahal Kitab Tabir Gempa tersebut tercatat dalam katalog manuskrip. Mengetahui hal ini, dua staf yang bekerja di perpustakaan Ali Hasymi turut membantu mencari keberadaan kitab tersebut di ruang pribadi penyimpanan naskah-naskah kuno. Di dalam ruangan itu terdapat bermacam buku-buku penting, kitab, berbagai macam koleksi pedang dan rencong.

Kedua staf menghabiskan waktu hingga 30 menit mencari Kitab Tabir Gempa dalam berbagai macam amplop berwarna kuning. Namun hasilnya nihil.

"Maaf kami tidak menemukan kitab tabir gempa itu. Kitab itu ada, tapi mungkin salah pasoe amplop. Ibarat CD film India dipasoe bak lagu aneuk mit (Kitab itu ada, tapi mungkin salah dimasukkan ke dalam amplop. Ibarat CD film India yang dimasukkan ke dalam kaset lagu anak-anak)," kata salah satu staf kepada ATJEHPOST.co.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara, Oman Fathurahman pada 2005 lalu, menemukan naskah Takbir Gempa di perpustakaan Ali Hasjmy, Banda Aceh. Naskah anonim tersebut diperkirakan dibuat sekitar abad ke-18.

Manuskrip yang ditemukan di perpustakaan Ali Hasjmy itu memaparkan kejadian yang akan mengikuti gempa bumi dalam rentang waktu dari subuh hingga tengah malam, dalam 12 bulan. Dalam salah satu bagiannya disebukan, ”Jika gempa pada bulan Rajab, pada waktu subuh, alamatnya segala isi negeri bersusah hati dengan kekurangan makanan. Jika pada waktu Duha gempa itu, alamatnya air laut keras akan datang ke dalam negeri itu...”

Tak hanya itu, dengan bernah naskah itu juga menggambarkan bagaimana gempa bisa memicu naiknya air laut hingga ke daratan. Naiknya air laut itulah yang kini dikenal dengan tsunami. Namun, jauh sebelumnya, orang Aceh juga memiliki kosakata ïe beunaatau “air bah besar dari laut”. Namun, kata ini tak lagi dipakai hingga kejadian tsunami 2004.[] Laporan: Saiful Haris

related posts