Bupati Aceh Utara: Butuh 400 Ton Benih Padi untuk Korban Banjir

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad mengatakan total kerugian akibat banjir yang melanda kabupaten ini pada Desember 2014 mencapai Rp1,2 triliun. Cek Mad berharap Pemerintah Aceh dan Pusat membantu para korban, terutama yang mengalami kerugian efek rusaknya tempat usaha.

“Sudah kita surati provinsi dan Kementerian Pertanian, tapi untuk kementerian harus ada rekomendasi dari provinsi. Karena yang paling besar kena dampak sektor pertanian, 17 ribu hektar sawah masyarakat rusak,” ujar Cek Mad kepada ATJEHPOST.co di gedung DPRK Aceh Utara, Rabu, 7 Januari 2015.

Cek Mad menyebut butuh bantuan sekitar 400 ton benih padi untuk para petani yang menjadi korban banjir di Aceh Utara agar mereka bisa menggarap kembali sawahnya. “Tanaman padi mereka rusak akibat banjir yang cukup parah,” katanya.

“Tapi sampai sekarang belum ada respon dari provinsi terkait permohonan bantuan untuk korban banjir Aceh Utara yang mengalami kerugian akibat rusaknya sawah,” ujar Cek Mad.

Diberitakan sebelumnya, curah hujan yang tinggi selama sepekan lebih mengakibatkan hampir semua kecamatan di Aceh Utara terendam banjir. Lhoksukon merupakan salah satu kecamatan terparah mengalami dampak buruk.

Belakangan banjir sudah surut sehingga pengungsi korban banjir kembali ke rumahnya. Namun informasi terakhir menyebut sebanyak 83 kepala keluarga (KK) korban banjir di Desa Alue Geudong dan Pulo Seuke, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara masih mengungsi. (Baca: Di Aceh Utara Masih Ada Pengungsi Korban Banjir).[]

related posts