Banjir Aceh Utara Meluas Hingga Sembilan Kecamatan

BANJIR di Aceh Utara terus meluas hingga sembilan kecamatan, Senin, 22 Desember 2014. Banjir yang merendam rumah, sawah, kebun, dan ruas jalan tersebut juga menyebabkan ribuan warga Aceh Utara mengungsi.

Banjir tersebut diakibatkan curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai di kawasan Aceh Utara seperti Krueng Pirak, Krueng Keuretoe, Krueng Jambo Aye dan terusan Krueng Arakundo.

Menurut data yang diperoleh wartawan, sembilan kecamatan yang dilanda banjir adalah Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Langkahan, Tanah Jambo Aye, sebagian Syamtalira Aron dan sebagian Syamtalira Bayu. Namun banjir terparah terjadi di Kecamatan Langkahan karena ketinggian air sudah melebihi empat meter.

Di Kecamatan Matangkuli, banjir merendam puluhan desa seperti Desa Pante, Meuria, Cibrek, Teungoh Seulemak, Tanjong Kari, Tanjong Haji Muda, Beringen, Alue Entok, Tempok Barat, Hagu, Alue Thoe, Siren, Lawang, dan sejumlah desa lainnya.

Di Kecamatan Pirak Timu, banjir meliputi Desa Tanjong Serkuy, Meunasah Krueng, Rayek Pange, Meunasah Krueng, Pange, Bungong, Geulumpang, dan Hasan Krueng Kreh.

Di Kecamatan Lhoksukon banjir meliputi Kampung Baru, Lr III, Lr II, Desa Dayah, Meunasah Pante, KM III hingga KM IX. Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan utama dan pusat pertokoan. Banjir turut menyebabkan pasar terlihat sepi.

Sementara banjir yang melanda KM VI dan KM VII, warga mulai mengungsi ke mushalla masing-masing. Di Kecamatan Tanah Luas, banjir meliputi Desa Teupin Mea, Cibrek, Keutapang dan sejumlah desa lainnya.

Di Kecamatan Syamtalira Aron, banjir meliputi Teupin Punti dan areal persawahan. Di Kecamatan Syamtalira Bayu, banjir merendam Gampong Alue Manjron, Cot Matahe.

Banjir juga merendam sejumlah desa di Kecamatan Tanah Jambo Aye seperti Desa Rawang Iteik, Samakurok, Meunasah Panton dan Kota Pantonlabu. Sementara di Kecamatan Langkahan, banjir melanda Desa Buket Linteung dan Leubok Pusaka. Saat ini ketinggian air antara 2 hingga 4 meter lebih. Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa.

Banjir yang melanda kawasan tersebut juga menyebabkan Dusun Bina Baru hingga kini belum dapat dijangkau dan terisolir.

Abdullah, Mukim Pirak, Kecamatan Matangkuli mengatakan, saat ini ketinggia air terus naik. “Warga di sejumlah desa mulai mengungsi ke mushala, yakni Desa Lawang, Meuria, Cibrek, Siren, Pante, dan Tanjong Haji Muda. Sebagai alat transportasi warga menggunakan rakit dan sampan. Saat ini kita butuh air bersih dan logistik,” ujarnya.

Abdul Rafar, warga Pantonlabu mengatakan, saat ini banjir di Kecamatan Tanah Jambo Aye mulai surut. “Tadi pagi air setinggi lutut, bahkan dua sekolah terpaksa diliburkan. Sekarang sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir,” ujarnya.[]

related posts