BPBD Simeulue Kekurangan Alat Antisipasi Banjir

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue mengaku sering kesulitan menanggulangi banjir dan longsor di daerah tersebut. Pasalnya, minimnya sarana dan prasarana dalam membantu mengevakuasi serta menangani korban banjir menjadi kendala utama.

"Persediaan alat di sini sangat terbatas sekali sehingga kami kesulitan menangani musibah banjir yang terus berdatangan jika hujan terus menerus," ujar kepala BPBD Simeulue, Ikhsan Migaris, ST, SE kepada ATJEHPOST.co via telepon seluler, Kamis sore, 25 Desember 2014.

Padahal tingginya curah hujan yang terus mengguyur daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat warga setempat semakin resah. Apalagi Simeuleu dilingkari laut dan banyak terdapat sungai-sungai dan rawan bencana banjir.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, banjir masih menggenangi sejumlah desa di Simeulue. Adapun sejumlah desa yang masih terendam banjir di antaranya Desa Ganten, Sentoyan, Abail, Latitik, Alapan, dan Desa Serahon. 

"Pantauan kami pagi tadi banjirnya agak mulai surut, sampai saat ini airnya masih setinggi pinggang orang dewasa. Namun jika hujan masih terus turun, bisa-bisa banjir susulan yang lebih besar lagi akan terjadi lagi," ujarnya. 

Ikhsan berharap Pemerintah Aceh mau memberikan sejumlah bantuan alat berat untuk membantu mempercepat proses penanganan banjir. 

"Kita berharap Pemerintah Aceh mau memberikan bantuan berupa alat berat, mengingat selama ini curah hujan begitu tinggi sehingga butuh penanganan serius untuk mengevakuasi serta membersihkan sungai-sungai akibat luapan banjir kiriman," ujarnya. []

related posts