Aceh Kerap Dilanda Banjir, LBH Meulaboh Tawarkan Solusi

Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh Wahyu Pratama mengatakan pemerintah tidak boleh menyepelekan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh. Pasalnya musibah ini telah terjadi berulang kali dan tak boleh dipandang sebelah mata.

Selain menyebabkan putusnya akses transportasi dan tersendatnya distribusi barang pokok ke sejumlah daerah di Aceh, dampak dari bencana tersebut juga akan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Selain itu juga berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengalami dampak banjir,” ujar Wahyu melalui siaran pers yang diterima ATJEHPOST.co, Selasa 4 November 2014.

Ia juga mengatakan imbauan atau peringatan yang diberikan pemerintah terhadap pelaku penebangan liar bukan ketika terjadinya bencana. Namun dilakukan jauh-jauh hari sebelum bencana terjadi atau sebagai tindakan preventif.

“Pemerintah bisa lebih teliti lagi melakukan filter serta mengawasi terkait perizinan perusahaan-perusahaan yang sedang maupun yang akan beroperasi di Aceh,” katanya.

Meski begitu kata Wahyu, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki situasi ini. Salah satu solusi yang bisa dilakukan menurutnya adalah dengan melakukan reboisasi untuk pelestarian kembali hutan Aceh yang telah rusak.

Pemerintah melalui kewenangannya juga diharapkan bisa memasukkan mata pelajaran pemahaman dasar dalam kurikulum pendidikan di Aceh terkait pentingnya menjaga hutan.

“Karena hutan berfungsi sebagai kawasan tadahan yang mampu menyerap air serta dengan segala fungsi hutan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,” ujarnya.[]

related posts