BANDA ACEH - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan Malaysia akan menjadi penampung dalam skala besar berbagai hasil pertanian di provinsi ini.

"Insya Allah sebuah lembaga pemasaran di Malaysia akan menampung berbagai hasil pertanian dari Aceh dengan harga tinggi," katanya di sela-sela penutupan program kakao Aceh di Banda Aceh, Kamis malam, 30 Agustus 2012.

Menurut dia, berbagai hasil pertanian yang akan ditampung oleh salah satu lembaga pemasaran di negeri jiran tersebut di antaranya kakao, kelapa, ubi kayu, padi dan pisang.

"Harga pembelian oleh lembaga pemasaran tersebut lebih tinggi dan ini akan berdampak positif terhadap petani Aceh di masa mendatang," katanya.

Ia mengatakan lembaga tersebut setiap bulannya memerlukan sekitar 7.000 ton ubi kayu yang telah dijemur untuk dikirim ke negara tetangga itu.

"Artinya, dengan kerja sama itu seluruh produk pertanian akan dibeli dengan harga yang menjanjikan," katanya.

Karena itu, Pemerintah Aceh terus berupaya untuk fokus dalam membangun sektor pertanian yang merupakan salah satu potensi cukup besar dan tersebar di seluruh pelosok negeri Tanah Rencong.

Pihaknya optimistis kerja sama tersebut akan berdampak positif dalam mewujudkan kesejahteraan dan memakmurkan masyarakat Aceh di seluruh kabupaten/kota di daerah ini.