Ricuh Peksimida Aceh, Kejujuran Juri dan Panitia Dipertanyakan

  • admin

BANDA ACEH-Suasana ricuh pada acara Peksimida Aceh terjadi karena indikasi adanya kecurangan dari juri dan panitia. Akibatnya, juri yang masih terlihat di sekitar lokasi lomba mulai dikejar dan ditarik-tarik oleh para peserta. Selain itu, bangku di ruangan hall Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala pun mulai ditendang-tendang para peserta.

Teriakan “Dewan juri curang” dan “Panitia curang” terus saja terdengar dari arah bangku peserta. Hampir semua official dan peserta mengeluhkan pengumuman hasil lomba Peksimida XI untuk wilayah Aceh tahun ini.

“Bagaimana tidak curang, nomor undian dan nama tertukar-tukar waktu diumumkan. Misalnya untuk cabang lomba tari, dibilang yang menang dari universitas A, judul tari salah, nomor undian udah nomor undian orang lain,” ujar Novy, official dari Bireuen.

Menurut dia, semua official dan peserta dari daerah luar Banda Aceh mengeluh dan kecewa dengan Unsyiah. “Kami dari jauh-jauh datang ke sini. Begini layanan Unsyiah. Buat acara dangdut malam Jumat. MC-nya malah teriak ‘mari bergoyang sampai pagi’. Gimana cara mereka berpikir coba?” ujarnya.

Kata dia, saat ini sudah ada Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh untuk berdiskusi dengan para peserta, terkait masalah dugaan curang itu. Sebelumnya, tambah Novi, dewan juri yang terlihat di lokasi acara sempat dikejar-kejar oleh peserta.

Kurniawan, salah seorang mahasiswa Unsyiah yang menyaksikan jalannya lomba hingga pengumuman, mengatakan sebenarnya para peserta dari daerah sudah menduga bakal banyak pemenang dari Unsyiah. Namun, para peserta tidak menyangka bakal terjadi kecurangan seperti itu.

“Pengumuman beberapa cabang lomba awalnya aman-aman saja. Sampai di cabang lomba tari, seriosa, dan satu lagi saya lupa, keributan mulai terjadi. Ketika diumumkan nama orangnya, tapi asal universitasnya salah, nomor undian juga salah. Di sinilah kekacauan mulai terjadi,” ujarnya.

Menurut dia, kisruh tersebut akan menjadi pembelajaran penting bagi Unsyiah ke depan. Sebagai mahasiswa yang kuliah di perguruan jantong hate rakyat Aceh itu, ia juga menyayangkan kesalahan pada pengumuman itu terjadi.

“Kayaknya ada tiga tangkai lomba yang akan diulang untuk membuktikan kejujuran para juri,” ucapnya.

Mahasiswa FKIP Unsyiah, Qiqi Ramonna, malah khawatir gedung AAC itu akan dibakar oleh peserta yang kalap. “Gawat bin luar biasa. Mahasiswa Unsyiah lagi mikir, apakah kita masih mungkin ngerasain wisuda di gedung AAC???? Bisa aja kan malam ni, AAC hangus,” tulisnya di komentar status Facebook.[]

related posts