Mahasiswa Universitas Selangor Malaysia Teliti Sejarah di Lhokseumawe

  • admin

LHOKSEUMAWE – Sepuluh aktivis mahasiswa Malaysia yang tergabung dalam Grup Penjejak Tamadun Dunia (GPTD) meneliti fakta kebenaran sejarah kerajaan Aceh yang pernah disinggahi oleh Ibnu Batutah dalam pengembaraannya.

Mereka menulususi jejak perjalanan itu dengan melakukan ziarah ke makam Sultan Malikussaleh di Lhokseumawe. Ditemani oleh pengurus HMI cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, para mahasiswa negeri jiran itu juga berziarah ke makan Ratu Nahrisyah.

Pengurus HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara Zulfikar, mengatakan jika kedatangan mahasiswa Malaysia asal Universitas Selangor itu, selain untuk melakukan penelitian terhadap sejarah, juga untuk menjalin uhkwah islamiah antara Aceh dengan Malaysia.

“Kita memfasilitasi keberadaan kawan-kawan di sini sesuai dengan yang kemampuan kita miliki. mereka tinggal bersama kami di sekretariat HMI Cabang Lhokseumawe dan insya Allah mereka sampai Jumat berada di sini untuk meneruskan penelitian jejak Ibnu Batutah,” ujarnya kemarin, Kamis, 3 Januari 2013.

Salah seorang mahasiswa Malaysia, Muhammad Haris Fadhillah, mengatakan satu kehormatan dapat melakukan penelitian terhadap fakta sejarah yang terjalin antara Aceh dan Malaysia. Peninggalan Kerajaan Samuedera Pasai katanya, merupakan sebuah kajian menarik untuk diteliti dan disebarkan kepada masyarakat.

“Pertame fokus kami adalah tinggalan kerajaan Samudera Pasai. Ini bagi kajian kami untuk dikerjai pada masyarakat di luar, jelan itu juga untuk mengeratkan lagi hubungan antara mahasiswa Indonesia-malaysia di samping dapat menjalin hubungan antar bangsa,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom dengan logat Melayu yang kental.[] (ihn)

related posts