Ini Jawaban Kepala SMKN 5 Telkom Banda Aceh Soal Demo Siswa

BANDA ACEH - Kepala SMKN 5 Telkom Kota Banda Aceh Dahliati, Selasa 9 Oktober 2012, mengaku bisa memaklumi aksi demontrasi yang digelar oleh anak didiknya ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Banda Aceh. Namun dia menegaskan hal itu timbul karena kesalahpahaman semata.

"Menyampaikan tuntutan wajar-wajar saja. Apalagi saat sekarang ini, semua bebas berpendapat. Sayangnya, beberapa tuntutan yang disampaikan, hanya salah pemahaman siswa semata," kata Dahliati.

Menurut dia, siswa-siswi yang melakukan aksi kurang paham atas permasalahan yang disampaikan. "Kita tidak melarang aksi itu, tapi tolong kasih tahu pihak sekolah sebelum aksi berlangsung," ujar dia.

Terkait Wakil Kepsek SMKN 5 Telkom yang diisi oleh guru honorer, kata Dahliati, sebenarnya tidak masalah. Yang terpenting, memiliki dedikasi dan tanggungjawab yang tinggi terhadap jabatan itu.

Sedangkan persoalan guru yang dipindahkan, ujar dia lagi, adalah guru umum serta bukan guru kejuruan.

"Lagi pula sayang guru-guru tersebut. Mereka tidak bisa ikut sertifikasi jika tetap di SMK ini. Guru-guru disini bukan lulusan FKIP, mereka kebanyakan lulusan ilmu murni, seperti MIPA Fisika, Teknik Telkom dan lainnya," kata Dahliati.

Sedangkan soal adanya dana tambahan, kata Dahliati lagi, sebelumnya sudah pernah dibicarakan dengan para wali siswa. Dengan kata lain, hal itu sebenarnya sudah tidak jadi persoalan lagi.

"Mengapa kita menganjurkan pengutipan dana untuk qurban? Ini merupakan memberi pemahaman bagaimana berbagi antar sesama. Lagi pula, qurban ini nantinya juga akan diberikan kepada kawan-kawan mereka sendiri, yaitu siswa yang tidak mampu," ujarnya.[] (mrd)

Berita Sebelumnya:

Dinas Pendidikan Kota Akan Selesaikan Kisruh di SMK Telkom Banda Aceh

related posts