Dituding Tim Medis Tak Loyal Saat Gempa, Ini Kata Wakil Direktur RSUZA

BANDA ACEH - Wakil Direktur Pelayanan RSUZA Mohammad Andalas angkat mengatakan seharusnya pasien dan tim medis tidak perlu panik saat gempa melanda.

Dia juga menengarai kekecewaan pasien yang mengatakan tidak adanya loyalitas tim medis di rumah sakit berplat merah tersebut, saat gempa mengguncang Aceh pada pukul 05.22 WIB, Selasa 22 Januari 2013 kemarin.

"Dalam keadaan emergency, hal pertama yang harus diselamatkan ialah diri sendiri dan itu juga tertera dalam aturan disaster," ujar dia.

Andalas mengatakan, ketika seorang medis telah mampu menyelamatkan diri sendiri maka ia berhak untuk menyelamatkan pasien yang dirawatnya.

"Mereka juga pasti punya keluarga dan ketika ada musibah atau pun kejadian yang tak di duga mereka boleh untuk sesaat keluar dan menjenguk keluarganya untuk memastikan keadaan," kata dia.

Selain itu, Andalas mengatakan bahwa RSUZA dirancang dengan kekuatan bangunan yang tahan gempa hingga 9,8 skala richter sehingga pasien tidak perlu khawatir.

"Konstruksi RSUZA dirancang khusus sehingga memiliki tingkat bangunan yang kokoh dan ketika gempa mencapaai 9,8 skala richter, bangunan ini insya Allah masih bisa bertahan. Jadi pasien ataupun tim medis seharusnya tidak perlu terlalu takut ataupun panik," tuturnya. (Baca : Tim Medis Panik di RSUZA Saat Gempa, Keluarga Pasien Kecewa).[bna]

related posts