Diteror Gajah Liar Warga Trauma ke Kebun

  • admin

MEULABOH – Pasca-insiden warga diinjak gajah beberapa hari yang lalu masyarakat di enam desa di Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat tidak berani pergi ke kebun karena trauma. Hal ini disampaikan oleh Tuha Peut Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla Induk, Wahab, kepada The Atjeh Post, Jumat, 24 Agustus 2012.

Kepada The Atjeh Post Wahab mengatakan pihaknya telah berkali-kali meminta agar pemerintah peduli terhadap masalah itu, karena pasca kejadian itu masyarakat semakin merasa ketakutan. Bahkan keberadaan gajah liar itu sampai merusak rumah penduduk untuk mencari gabah yang disimpan di dalam rumah.

Rumah penduduk yang dirusak gajah tersebut yang terbuat dari material papan, dengan cara menghempaskan belalainya ke dinding rumah.

“Warga tidak meminta ganti rugi pada pemerintah namun warga hanya meminta agar pemerintah peduli dan segera mengatasi masalah ini, karena gajah tersebut sudah menjadi hama,” ujar Wahab saat ditemui di lokasi kebun.

Pantauan The Atjeh Post di lokasi kebun masyarakat tampak pohon sawit yang sudah siap panen tumbang dirusak gajah, selain diinjak ada juga yang dicabut, begitu juga dengan pohon kelapa dan jenis pohon lainnya.

Wahab mengatakan gajah tersebut mulai memasuki kawasan pemukiman sejak banyaknya lahan hutan yang rusak akibat diberi izin Hak Guna Usaha kepada PT Prima Aceh Agro Lestari di kawasan tersebut.

Keenam desa yang mendapat teror gajah liar tersebut adalah Desa Aron Baroh, Aron Tunong, Paya Dua, Padang Jawa, Gempa Raya dan Pasi Pandan.[]

related posts