Bocah Terinfeksi HIV/AIDS Meninggal Dunia di RSUZA

BANDA ACEH – Bocah laki-laki berusia empat tahun, berinisial SR, asal dari Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, malam tadi sekitar pukul 21.00 wib meninggal dunia di RSU Zainal Abidin akibat terinfeksi HIV/AIDS.

Informasi yang diperoleh The Atjeh Post dari dr. Mulia Safri, Sp AK di RSUZA Kamis sore, 11 Oktober 2012, menjelaskan bahwa bocah dengan berat badan 7 kilogram tersebut diduga terinfeksi virus HIV/AIDS dari ibu kandungnya yang positif mengidap HIV. Sedangkan ayahnya, setelah diperiksa dokter dinyatakan negatif.

“Akibat keadaannya yang semakin melemah, serta kurangnya kemampuan melawan infeksi tersebut balita ini tidak terselamatkan,” katanya.

Balita tersebut katanya sempat diberikan pengobatan Antiretroviral (ARV) serta sempat dirawat selama sepuluh hari di RSUZA. Kondisinya juga sempat membaik, berat badannya yang semula hanya 7 kg naik jadi 8 kg, dan sudah bisa bermain-main.

Sebelum dirujuk ke Banda Aceh, balita tersebut pernah berobat di RSUD Aceh Tamiang. Penderita diduga sudah dua bulan mengalami diare berat. Saat dirujuk ke RSUZA kondisi CD4 (sel darah putih)-nya sudah sangat rendah yaitu di bawah angka 50. Sedangkan bagi orang normal kata dr. Mulia jumlah CD4 berada di kisaran 500.

CD4 adalah penanda yang berada di permukaan sel darah putih, terutama sel limfosit. Berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel darah putuh atau limfosit yang berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

“Yang kita sayangkan, balita ini sudah sangat terlambat datang ke rumah sakit,” ujarnya lagi.

Orang tua pasien katanya menjalani pemeriksaan di RSUZA malam tadi. Informasi yang didapat selama ini anak tersebut diasuh oleh ayahnya, sedangkan ibunya bekerja di Malaysia. Ia menyusul ke RSUZA setelah SR dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Data tahun 2005-2012 penedrita HIV/AIDS di Aceh sebanyak 145 orang, namun kata dr. Mulia yang menjalani pengobatan hanya 28 orang.[] (ihn)

related posts