Bau Limbah Sawit, Ini Penjelasan Pengelola PT Syaukat Sejahtera

  • admin

BIREUEN – Sekretaris Daerah Bireuen Muzakkar A Gani dan tim teknis Pemerintah Bireuen meninjau komplek PT Syaukat Sejahtera yang mengelola Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Cot Jabet, Kecamatan Gandapura, Bireuen Jumat 25 Mei 2012.

Sekda dan rombongan lainnya mendapat banyak penjelasan soal pengelolaan limbah kelapa sawit dan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan ribuan warga di sejumlah desa di sekitar PKS tersebut.

Gunawan, petinggi PT Syaukat Sejahtera mengatakan pengelola pabrik terus berupaya melakukan berbagai cara dan menggunakan teknologi untuk mengurangi efek bau busuk limbah sawit itu.

“Kami melakukan evaluasi terhadap pengelolaan limbah, untuk menurunkan efek bau agar tidak mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Gunawan dalam pertemuan tersebut.

Dia mengatakan sudah dan sedang melakukan pembenahan internal serta eksternal untuk mengatasi masalah bau busuk yang membuat masyarakat Gandapura keberatan. “Kita terus evaluasi untuk mengurangi dampak,” katanya.

Sutrisno, teknisi PT Syaukat Sejahtera mengatakan pabrik tersebut mulai beroperasi 5 Januari 2012. Sejak itu pabrik mengolah TBS (tandan buah segar) yang dibeli dari masyarakat dan petani dari beberapa kabupaten.

“Sejak adanya pengolahan, maka ada limbah, konsekuensinya menimbulkan bau sebagai dampak. Sejauh ini belum ada PKS yang tidak menimbulkan bau limbah hasil pengolahan sawit,” katanya.

Mengingat adanya komplain masyarakat terhadap bau yang ditimbulkan, Sutrisno mengatakan PT Syaukat Sejahtera telah melakukan usaha dan upaya pengolahan limbah sesuai fasilitas yang ada, hanya saja tetap juga bau.

“Kami akui bau timbul dari limbah PKS ini, tetapi dengan penanganan yang terus diupayakan dan ditingkatkan, bau itu sudah berkurang, kondisinya kini lebih baik, tetapi tidak tahu bagaimana dengan masyarakat,” ujar Sutrisno.

Sutrisno mengatakan PT Syaukat Sejahtera berencana menanam rumpun bambu untuk meredam efek bau limbah supaya pencemaran udara sebagaimana menjadi masalah bagi warga sekitar dapat diminimalisir.

Sebab sesuai dengan penelitian, rumpun (pohon) bambu bisa meredam efek bau busuk. “Selain itu kami sedang merancang untuk melakukan program pembinaan lingkungan desa sekitar pabrik,” katanya. []

related posts