Agar tak terjebak asmara online, ini tips Ketua Hijaber Lhokseumawe

DI ERA modern dan kecanggihan tekhnologi saat ini, banyak remaja yang menjalin asmara via jejaring sosial. Baik itu melalui pertemanan facebook, twitter atau beragam aplikasi cari jodoh seperti two, cupid, dan lainnya. Ada yang berakhir bahagia, namun banyak pula yang berakhir bencana.

Menanggapi permasalahan itu, Ketua Lhokseumawe Hijaber Community, Meila Ramadhany atau yang akrab disapa Meila Marthin, memberikan sejumlah tips sehat.

Kepada ATJEHPOSTcom, Senin 18 Maret 2013 kemarin, ia mengatakan, secara umum di dunia nyata saja banyak terjadi penipuan, apalagi di dunia maya. Untuk itu, remaja khususnya kaum hawa harus bisa membentengi diri dengan iman agar tidak mudah tergoda dan terpedaya.

“Saat mengenal seseorang atau menjalin asmara via dunia maya, sebaiknya hati-hati. Jika suatu saat si teman atau kekasih itu mengajak bertemu, hindari di tempat sepi dan berdua. Jika perlu tempatnya si gadis yang tentukan dan jangan lupa membawa teman juga,” katanya.

Setelah bertemu, lanjut Meila, saat akan pulang jangan pernah bersedia hanya diantar oleh si dia yang baru dikenal secara nyata. Selain itu, saat pertama bertemu ada baiknya jangan menunjukan sikap bahwa anda (wanita) tertarik padanya.

Kata Meila, jika dilihat para penipu yang berkedok teman atau kekasih maya. Biasanya mereka memasang profil wajah yang tampan nan rupawan dengan sapaan yang hangat. Sebaiknya para wanita jangan terkecoh.

“Jika wanita pernah tertipu via kekasih maya, bisanya akan muncul profil-profil maya lainnya. Tidak menutup kemungkinan yang datang berikutnya adalah teman si penipu terdahulu. Karena biasanya mereka memiliki jaringan. Artinya, si penipu pertama akan mempromosikan si wanita untuk korban pada teman-temannya,” beber Meila.

Hal tersebut juga bisa terjadi pada lelaki, namun efek yang ditimbulkan tentu tidak separah wanita.

“Kepada wanita, berhati-hatilah dengan teman baru. Baik di kehidupan sehari-hari maupun jejaring social. Rasanya lebih baik berteman dengan orang yang telah kita kenal, baik secara pribadi maupun keluarga. Sehingga modus penipuan dan pelecahan dapat terminimalisir,” katanya.[] ihn

related posts